Irfansiswanto's Blogspot

Just another WordPress.com weblog

Lectio Devina (Penciptaan Manusia)

Lectio Devina
Penciptaan Manusia
(Kej 1 : 26)

Pada saat saya membaca Kejadian 1: 26 yang berkata berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita. Didalam Kejadian 1:26 tersebut ada kata Kita yang merupakan suatu kata yang menekankan kepada ketritunggalan Allah, dimana sebelum manusia diciptaka ada suatu unsur kesepakatan antara Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus. Maka dari situ dapat kita simpulkan bahwa penciptaan manusia merupakan penciptaan Allah yang “tidak main-main” dimana Allah itu benar-benar sudah merancangkan penciptaan manusia itu dengan baik adanya.

Lalu dilanjutkan lagi dengan kata “supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Ini berarti Tuhan menciptakan kita sebagai bukan untuk kesia-siaan tetapi untuk memenuhi sebuah tanggung jawab yang besar yang telah dinubuatkan dan dipercayakan Allah kepada kita yakni agar kita mengusahkan alam ini dengan sebaik-baiknya baik itu merawat, memelihara tanaman, hewan-hewan, dan segala sesuatu yang ada di alam dan lingkungan sekitar kita.
Tuhan menciptakan kita untuk kita menjadi “tuan” atas ciptaan-Nya yang lain, tetapi walaupun kita “tuan” tetapi yang Tuhan inginkan adalah bukan tuan yang merusak atau menghancurkan bawahannya tetapi tuan yang menjadikan bawahan/ pesuruhnya menjadi berguna atau sebagai alat yang manusia gunakan untuk mempermuliakan nama-Nya.

Menurut Hoekema (2008) manusia bukan sekedar ciptaan; ia juga satu pribadi; manusia adalah pribadi yang diciptakan. Inilah misteri sentral dari manusia. Menjadi ciptaan berarti TUHAN adalah Tukang Periuk dan kita adalah tanah liatnya (Roma 9:21); menjadi pribadi berarti kitalah yang membentuk hidup kita sesuai keputusan-keputusan kita (Gal 5:6-7).

Akan tetapi kita juga harus menambahkan bahwa di dalam melakukan dosa, manusia tetap merupakan ciptaan yang bergantung kepada Allah. Konsep ini menolong kita untuk mengerti pertanyaan mengenai cara Allah menebus manusia. Fakta bahwa manusia merupakan ciptaan mengimplikasikan bahwa setelah ia jatuh ke dalam dosa (melalui kesalahannya sendiri), hanya melalui campur tangan Allah yang berdaulat, ia bisa ditebus dari dosa dan diselamatkan dari keadaannya yang telah jatuh karena merupakan ciptaan, manusia hanya bisa diselamatkan oleh anugrah, yaitu di dalam kebergatungan sepenuhnya pada kemurahan Allah.

Di dalam karya penebusan, Allah dengan penuh anugrah memulihkan gambar-Nya di dalam manusia, menjadikan manusia sekali lagi serupa dengan Allah di dalam kasih, kesetiaan, dan kerelaannya untuk melayani sesama. Tetapi karena manusia juga satu pribadi, manusia bertanggung jawab di dalam pemulihan ini.
Kita harus belajar untuk mengetahui gambar Allah dengan memandang kepada Kristus. Inti dari gambar Allah adalah apa yang menjadi inti di dalam kehidupan Kristus: Kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia. Jika benar bahwa Kristus secara sempurna menggambarkan Allah, maka inti dari gambar Allah pastilah kasih, karena tak ada manusia yang pernah mengasihi seperti Kristus mengasihi.

Tujuan akhir dari pengudusan kita adalah menyerupai Allah secara total atau menggambarkan Allah secara sempurna. Dengan kata lain, terdapat suatu pengertian bahwa umat manusia tidak lagi secara tepat menyandang gambar Allah sehingga dengan demikian perlu diperbarui. Dari sini kita melihat bahwa gambar Allah di dalam manusia telah tercemar dan dirusak oleh dosa. Kita tetap melihat manusia yang telah jatuh sebagai penyandang gambar Allah, tetapi jika tanpa karya kelahiran baru dan pengudusan oleh Roh Kudus maka orang itu pada naturnya adalah gambar Allah yang terdistorsi. Dalam proses penebusan, distorsi ini secara progresif dihilangkan sampai kita, di kehidupan mendatang, akan kembali menggambarkan Allah secara sempurna.

Dari penjelasan diatas sangat jelas bahwa kita tidak seperti yang dikatakan oleh Carles Darwin dan beberapa teori penciptaan lainnya yang dikemukan oleh para ahli yang berusaha untuk menentang kedaulatannya Allah.

By : Irvan Siswanto Lubis
NIM : 40120110022

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 7, 2011 by .
%d bloggers like this: